SINERGITAS KELEMBAGAAN DALAM PENANGANAN MASALAH PEMASUNGAN TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Oleh : DODI AHMAD KURTUBI

Dalam era modern dan dunia globalisasi ini di Indonesia masih terdapat masyarakat atau kelompok masyarakat yang melakukan pemasungan terhadap anggota keluarganya sendiri. Menurut data Kementerian Sosial RI pada awal tahun 2016 tercatat ada +  57 ribu orang Indonesia dipasung karena mengalami gangguan jiwa, jadi pemasungan dilakukan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ataupun juga disebut Penderita Disabilitas Mental (PDM).

KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) (Sebuah Study Kasus Di Provinsi Riau) oleh : DODI AHMAD KURTUBI

Keberadaan  Komunitas Adat Terpencil (KAT) merupakan realitas yang tidak bisa diabaikan di Indonesia, KAT menjalani kehidupan yang cukup memprihatinkan karena mendiami tempat-tempat terpencil yang secara geografis sulit dijangkau. Keterpencilan ini juga menyebabkan Komunitas Adat Terpencil tidak mampu menjadi bagian dari proses pembangunan sebagaimana masyarakat pada umumnya. Diperlukan pembangunan berkelanjutan terhadap segala aspek kehidupan dan penghidupan mereka demi meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan sosial KAT.78 

Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Oleh : DODI AHMAD KURTUBI

Sebagai negara yang sedang membangun khususnya pada pembangunan infrastruktur, Indonesia juga tidak terlepas dari kekhususan untuk memperhatikan dampak lingkungan, selama ini model pembangunan semacam ini dikenal dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Gagasan atau ide pembangunan berkelanjutan sudah dimulai dari awal tahun 70-an ketika berlangsung konferensi lingkungan manusia, dalam konferensi tersebut pembangunan berkelanjutan dipahami sebagai konsep pembangunan yang memperhatikan dan mempertimbangkan dimensi lingkungan. Memasuki abad millenium mulai dari  tahun 2000 sampai dengan tahun 2015 PBB memprogramkan suatu gagasan atau ide Millenium Development Goals (MDGs).

PENGANGKATAN ANAK MELALUI PROSEDUR ADOPSI Oleh : DODI AHMAD KURTUBI

Anak merupakan anugerah dan amanah yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu anak sebagai amanah dari Tuhan harus senantiasa dijaga dan dilindungi oleh keluarga, masyarakat, dan negara karena didalam diri anak melekat hak anak yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia yang termuat didalam UUD 1945 dan konvrensi PBB tentang hak-hak anak, UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia telah mencantumkan tentang hak anak, pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara untuk memberikan perlindungan terhadap anak.

MENGENAL SUKU-SUKU ASLI (KOMUNITAS ADAT TERPENCIL) DI PROVINSI RIAU Oleh : Dodi Ahmad Kurtubi

Pendahuluan

Sebagaimana yang dicita-citakan dalam amanat UUD 1945, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera lahir dan batin. Kekhawatiran akibat dari ketertinggalan dan terisolasi, sehingga manjadikan Komunitas Adat Terpencil (KAT) terhambat perkembangannya dalam segala aspek kehidupan sebagai dampak semakin tertinggal dari masyarakat lainnya yang telah mendapatkan pelayanan sosial dasar. 

Disisi lain keberhasilan pelaksanaan program pembangunan pada suatu masyarakat tradisional sangat berkaitan erat dengan tingkat partisipasi warga masyarakat bersangkutan, termasuk pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). Rendahnya peran aktif warga masyarakat mencerminkan bahwa warga masyarakat yang bersangkutan tidak merasakan manfaat atau tidak sesuai dengan kebutuhan program pembangunan yang diterapkan pada KAT. 

Bookmakers bonuses with gbetting.co.uk website.